Hai semuanya, aduh senang banget deh Audin bisa berada di dunia ini. Apalagi selalu disayang ama mamah dan papah Audin beserta seluruh keluarga besar Audin loh. Namun kadangkala Audin malu juga, abis kalo mandi Audin suka di tontonin semua orang sih :)
Tapi biar begitu Audin senang loh.
Nah sekarang Audin mau cerita bagaimana sih kronologis kelahiran Audin…
Kamis, 30 Juni 2005
Jam 22.00
Aku sudah gak sabar ingin keluar dari perut mamah. Jadinya aku bergerak-gerak terus deh mencari tempat untuk aku keluar. Pasti mamah merasakan gerakan aku ini dan mungkin tahu kalau aku sudah ingin keluar dan lihat wajah mamah
Jum’at, 1 Juli 2005
Jam 06.00
Mamah melihat bercak darah di celananya akibat pergerakan saya. Duh maaf ya mah.
Jam 06.30
Aku dikasi makan bubur ayam sama mamah. Nyam-nyam enak. Lumayan buat tenaga biar keluarnya sehat nanti. Terus aku dengar mamah memberi tahu papah kalau tadi ada bercak darah. Hehehe… papah panik loh dan langsung mo ngajak mamah ke RS Hermina
Jam 09.30
Mamah dan papah ke bidan dekat rumah untuk periksa status pembukaan. Waktu diperiksa bidan, aku merasa ada yang sentuh-sentuh kepalaku. Ternyata mamah masih bukaan 1 kurang. Bidannya memberi tahu mamah kalau aku keluarnya masih lama loh, mungkin nanti malam… begitu kata bidannya. Bidan memberi saran untuk siap-siap saja dahulu
Jam 11.59
Mamah membangunkan papah yang ketiduran waktu mau sholat Jum’at
Jam 13.00
Mamah berkali-kali menelepon Nini Ciomas untuk menanyakan tanda-tanda kelahiran Tante Lusi dulu. Duh mamah pintar sekali menjaga agar Nini Ciomas gak khawatir.
Jam 14.00
Papah khawatir melihat mamah yang sudah semakin sakit apabila ruangan tempatku ini menegang alias kontraksi. Dan papah memutuskan apapun yang terjadi jam 5 sore nanti akan membawa mamah ke RS. Papah-ku hebat ya.
Jam 14.30
Mak Nin akhirnya tahu kalau aku sudah mau keluar. Mak Nin menyuruh papah untuk segera membawa mamah ke RS. Hidup Mak Nin.
Jam 14.45
Mamah dipijat oleh uyut Gaya. Duh pijitannya enak, Audin jadinya pengen cepat keluar nih. Eehh.. tau gak, mamah juga disuruh pegang bali-nya kucing sama Mak Nin.
Jam 14.50
Tiba-tiba kontraksi di perut mamah semakin terasa sakit. Mamah lalu mengajak papah untuk segera ke RS. Akhirnya mamah dan papah pergi juga ke RS.
Jam 15.30

Kita sampai di rumah sakit. Daftar sebentar, mamah dan papah langsung menuju ruang persiapan persalinan.
Jam 16.00
Sekeliling perut mamah dipasang alat pendeteksi kontraksi dan jantung aku. Suster juga memberikan saklar untuk ditekan setiap kali aku bangun.
Jam 16.15
Karena aku gak bangun-bangun, akhirnya suster membangunkan aku dengan menggunakan bel. Aduh aku kaget deh dibuatnya. Saking kagetnya aku jadi gak bisa bobo lagi. Awas ya suster, nanti kalo aku dah keluar ma aku jitak.
Jam 16.45
Nini Ciomas datang. Katanya Mak Nin meneleponnya dan mengabari bahwa mamah dan papah sudah di RS. Tidak lama dokter Amrah juga datang. Dia langsung minta mamahku di USG. Sebelumnya papah diusir dulu sama dia. Jangan jauh-jauh ya pah.
Jam 17.10
Dokter memutuskan untuk memberikan induksi pada mamah untuk mempercepat kelahiran aku. Aduh kasian sekali mamah, kata uwa Erna induksi itu sakit-nya 3 kali normal loh.
Jam 18.10

Induksi mulai diberikan pada mamah, dan benar saja mamah merasakan sakit yang amat sangat. Suster sudah memberitahukan bahwa efek induksi mungkin bisa hitungan jam atau hari tergantung pada pasiennya.
Jam 20.00
Mamah dipindahkan ke ruangan bersalin setelah suster melalukan pengecekan bahwa mamah sudah pembukaan 6. Suster sendiri menelepon dokter Amrah untuk segera datang. Papah tentu saja ikut dong. Oh iya, Nini Ciomas sudah pulang sejak jam 19 tadi.
Jam 20.30
Mamah sudah menjerit kesakitan dan minta pada suster untuk bisa ngeden namun dilarang.
Jam 20.45
Dokter datang dan papah kemudian di usir dari ruangan.
Jam 20.55
Dokter langsung bertindak dan membantu mamah dalam proses kelahiran aku. Akhirnya aku bisa keluar juga.. sudah tidak betah nih
Jam 21.05
Dengan tiga kali ngeden-nya mamah akhirnya aku keluar dan tangisanlah suara yang aku keluarkan pertama kali.
Hello World!!
Oh.. ini toh yang namanya dunia…
Jam 21.10
Aku dibawa keluar dan hanya melihat sekilas papah karena aku langsung dibawa ke inkubator. Katanya biar gak kedinginan. Papah agak sewot kayanya karena belon menyuarakan adzan pada saya.
Jam 21.30
Dokter anak keluar dari ruang bayi dan memberi tahu papah bahwa aku ada masalah pernapasan. Hmm.. pantesan tadi kayanya agak berat juga nih kalo narik napas. Dan akan dilihat perkembangannya 2 jam lagi.
Jam 21.45
Nini Ciomas dan Tante Desi datang. Mereka mengobrol sebentar sama papah.
Jam 22.05
Papah sudah dijinkan menengok mamah. Tidak lama kemudian Nini Ciomas dan Tante Desi juga ikutan masuk
Jam 22.45
Mamah dipindahkan ke ruangan istirahat. Sementara aku masih di inkubator.. ahh hangat. Oh iya, Nini Ciomas dan Tante Desi sudah pulang.
Jam 23.30
Papah bertanya pada suster apakah sudah bisa menge-adzan-kan saya. Namun suster kembali memberi tahu bahwa pernapasan saya masih kurang bagus.
Sabtu, 2 Juli 2005
Jam 02.00

Akhirnya papah memberikan adzan di telinga kanan saya.. begitu merdu terdengar. Padahal saya mendengarnya sambil bobo-bobo-an loh.